Kisah Teladan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

Umat Islam, siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini. Suri tauladan yang Ia ajarkan, tetap dilaksanakan meski kita tidak pernah tahu wujudnya, tidak pernah ada di zamannya. Waktunya Ia habiskan untuk mengingat Tuhan. Suami dari Siti Khadijah ini merupakan seorang agamawan, negarawan dan pemimpin yang bijaksana. Lalu bagaimana sebenarnya kepemimpinan Sang

Nabi Muhammad SAW

?

Sebelum Islam hadir, Bangsa Arab sangat terkenal dengan fanatisme yang sangat kental. Misalnya budaya pengelompokan kabilah, klan dan suku. Mereka menganggap bahwa suku mereka paling benar, dan tidak hanya itu, mereka bahkan merendahkan kelompok lain. Hal inilah yang disebut dengan Ashabiyah. Sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, kaum di Arab sering mengalami pertumpahan darah karena paham Ashabiyah ini.

Biasanya permasalah kecil saja dapat menyebabkan peperangan besar jika berkaitan dengan kehormatan dan kepentingan kelompok. Jika terjadi pertengkaran pribadi antar maka akan cepat membakar emosi anggota kelompok, hal ini disebut dengan Da’wa al jahiliyyah. Itulah salah satu ‘kegelapan’ Jahiliyah yang diperjuangkan

Nabi Muhammad SAW

. untuk dikuakkan oleh cahaya Islam.

Ketika Sang Nabi SAW datang, Ia membawa kasih sayang dan memperkenalkan kehidupan kemanusiaan yang mulia. Ajarannya mengatakan bahwa kita adalah keturunan Nabi Adam AS dan tidak ada kelompok yang lebih mulia dari yang lain. Baginya yang paling mulia adalah yang paling bertgaqwa kepada Allah.

Demikianlah; panutan agung semua orang yang mengaku muslim, Nabi Muhammad S.A.W, mempersaudarakan umat Islam di Madinah antara mereka yang berasal dari suku-suku asli Madinah (Kelompok Ansor dari suku Khazraj dan Aus) dan para pendatang dari Mekkah (Kelompok Muhajirin dari berbagai suku) dan mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Madinah yang non muslim. Dan dengan demikian kedegilan ‘ashabiyah Jahiliyah yang selama ini berakar kuat pun sirna, digantikan oleh kearifan akal budi kemanusiaan yang mulia.

Ia memang pemimpin dunia yang terbesar sepanjang sejarah. Bahkan Ia mendapat urutan pertama sebagai orang berpengaruh di seluruh dunia. Pasalnya hanya dalam waktu 23 tahun, telah menghasilkan tiga karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin yang manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as. sampai sekarang. Tiga karya besar tersebut adalah:

1. Mengesakan Tuhan

Nabi Besar Muhammad SAW. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semula mempercayai Tuhan sebanyak 360 (berfaham polytheisme) menjadi bangsa yang memiliki keyakinan tauhid mutlak atau monotheisme absolut.

2. Kesatuan Umat

Kehadirannya menjadi pendamai bangsa Arab yang semua selalu melakukan permusuhan dan peperangan antar suku dan antar kabilah, menjadi bangsa yang bersatu padu dalam ikatan keimanan dalam naungan agama Islam.

3. Kesatuan Pemerintahan

Negara Arab awalnya merupakan jajahan Romawi dan Persia yang belum merdeka dan berdaulat. Namun setelah kehadiran Nabi Muhammad bangsa yang mampu mendirikan negara kesatuan yang terbentang luas mulai dari benua Afrika sampai Asia.

Nah Sobat, semoga saja pememimpin kita kini mencontoh suri tauladan yang diberikan Nabi SAW dalam memimpin. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada kita semua untuk kembali ke jalanNya yang lurus, mengikuti jejak Rasul-Nya yang berbudi dan mulia.

Referensi:

http://mazhab-alhubbualawiyyin.blogspot.com/2010/05/kepemimpinan-rasulullah-sayyidul-wujud.html

Post a Comment