Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sobat, sebagai seorang muslim kita pasti mencintai sang Baginda Rasulullah, Muhammad SAW. Meski tidak pernah bertemu dengannya, namun kepercayaan terhadap dirinya tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan spiritual setiap kaum muslim. Suri tauladan yang Ia lakukan dahulu, ternyata tidak pernah luntur meski sudah berlalu dari ribuan tahun. Miliaran manusia mencintainya, dan segelintir menyangsikan lalu menghinanya. Bahkan tidak mengakuinya sebagai seorang Nabi.
Meski mengimani 24 Nabi lainnya, namun Nabi Muhammad SAW memang memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi lainnya, yakni Alquran Kalam Allah. Letak keutamaan Rasulullah SAW di antara para nabi dan rasul lain terletak pada sifat wahyunya yang umum, menyeluruh dan berlaku bagi semua umat manusia.
Allah SWT memberikan mukzijat kepada sang Baginda Rasulullah bersifat nonmateri. Mukjizat yang diterima ini ini berbeda dengan mukjizat para rasul sebelumnya yang bersifat materi dan terbatas dari sisi waktu dan tempat.
Seperti Mukjizat Nabi Musa AS berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan bisa membelah lautan. Atau mukzizat Nabi Isa AS yang dapat menghidupkan orang yang sudah meniggal, ada juga Nabi Sulaiman yang dapat berbicara dengan para binatang. Sementara sang Nabi mukjizatnya berupa Alquran menggetarkan hati dan jiwa; sesuai dengan landasan akal manusia; dan tidak lekang oleh waktu. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9).
Syariat yang dibawa Rasulullah merupakan syariat terakhir dan menjadi penyempurnaan dari syarat-syariat sebelumnya. Misalnya syariat shalat, zakat, puasa dan haji yang merupakan penyempurnaan dari model syariah para rasul terdahulu dan tidak diperkenankan perubahan di dalamnya sampai kapan pun.
Allah SWT berfirman, "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu dan Ku-cukupkan nikmat-Ku kepadamu serta Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu." (QS. Al Maidah: 3).
Tepatlah kemudian jika Allah SWT menempatkan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir karena kapabelitasnya dari semua segi. Semua peristiwa dan penyelesaian yang dilakukan oleh rasul-rasul terdahulu bahkan semua peristiwa masa lampau telah menjadi bekal dalam diri Muhammad SAW untuk menghadapi persoalan umatnya, sehingga di dalam mencari jalan penyelesaian beliau melakukan berbagai modifikasi untuk mendapatkan solusi terbaik.
Beberapa keutamaan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Al Qur’an adalah sbb:
1. Dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat suri teladan yang baik.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS.33, Al-Ahzaab:21)
2. Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi.
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.33, Al-Ahzaab:40)
3. Karena keutamaanya yang besar, hingga Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS.33, Al-Ahzaab:56)
4. Nabi Muhammad SAW oleh Allah dijadikan Rahmat bagi alam semesta.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. 21, Al-Anbiyaa’:107)
5. Kelahirannya telah ditunggu-tunggu oleh umat sebelumnya.
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata"” (QS.61, Ash-Shaff:6)
6. Nabi Muhammad SAW benar-benar berbudi pekerti agung.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS.68, Al-Qalam:4)
Sobat, itulah keutamaan Nabi Muhammad SAW dibandingkan dengan Nabi lainnya. Terkadang, nonmateri mukjizat yang diterimanya membuat para kaum kafir meragukan dirinya sebagai Nabi. Namun sebagai umat muslim, kebenaran Alquran yang dibawa Muhammad sudah cukup membuktikan kenabiannya. Meski tanpa melihat wujudnya, meski tidak pernah merasakan sendiri kehidupan bersamanya, namun kerinduan terhadap Sang Nabi membuat kebahagiaan di dunia ini tiada berarti.
Referensi
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/09/29/may35s-keutamaan-rasulullah-saw
http://karyatulis-lalan.blogspot.com/2012/08/keutamaan-nabi-muhammad-atas-seluruh.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Berdirinya Candi Muara Takus

Sejarah Berdirinya PT. PLN (Persero)

Landasan Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia