Mengungkap Sejarah Pocong dan Cara Memanggilnya

Mengungkap Sejarah Pocong dan Cara Memanggilnya

Sobat kali ini kita akan membahas tentang Pocong...Huaaa Kaburrrr. Eits tunggu dulu, generasi bangsa ini dituntut untuk cerdas dengan mengetahui semua hal. termasuk mengungkap
sejarah pocong dan cara memanggilnya. Gak Lucu kan kalau orang di negara luar sana bisa menjelaskan tentang Vampir, Drakula, dan Casper, masak kita tidak bisa menjelaskan Pocong yang merupakan hantu khas asal Indonesia. Hehe...
Membahas Pocong, berarti kita membahas hantu yang mempunyai sosok putih dengan kuncung yang terikat di atas kepala. Meski sudah familiar di telinga kita, namun jarang yang mengetahui bagaimana asal-usul hantu yang penampakannya sering lompat-lompat ini. Selama ini, banyak versi yang beredar mengenai pocong. Diantara yang dapat kami sajikan adalah sebagai berikut:
1. Tali Pocong
Sebenarnya, Pocong merupakan cara seorang muslim untuk dikebumikan dengan cara dibungkus dengan kain kafan dan diikatkan di bagian ujung badannya dengan tali. Nah, saat dikebumikan, tali yang mengikat dibagian kepala harus dibuka terlebih dahulu. Jika lupa dilepas talinya, maka arwah yang meninggal tersebut akan gentayangan dengan mengenakan pocong tersebut dan meminta kepada orang yang ditemuinya untuk melepaskan tali pocongnya.
Penampakannya muncul pada saat adzan magrib atau setelah kita selesai shalat maghrib. Dia muncul tepat di tengah-tengah pusar kuburannya dengan wujud seperti asap. Kemudian menjadi mahkluk kecil yang lompat dari tengah kuburannya ke arah kakinya, kemudian dia melompat lagi ke arah kepalanya, kali ini menjadi makhluk yang sedang seperti bayi besarnya. Kemudian dia melompat lagi ke arah sisi di sebelah baratnya dan sempurnalah sosok hantu pocong ini.
Setelah itu dia berjalan mengelilingi kuburannya satu kali, meski terlihat bahwa kakinya terikat tapi dia masih bisa berjalan dengan kaki terikat. Tidak seperti di televisi yang melompat-lompat, yah maklumlah kan pemerannya manusia jadi tidak bisa berjalan saat kakinya terikatSetelah sosoknya sempurna, maka hantu pocong ini terbang melayang-layang ke udara. Saat dia terbang melayang, tubuhnya memanjang seperti selendang putih. Menurut mitos, cara untuk menghindari dari kejaran pocong yaitu dengan menempelkan badan ke tanah atau tiarap; bahkan bisa dengan lari dengan berkelok-kelok.
2. Jin Kafir 
Mitos lain mengatakan bahwa hantu pocong yang biasa menakut-nakuti warga merupakan perbuatan dari jin kafir yang ingin menggoda keimanan manusia. Jin tersebut bisa menyerupai apa saja yang diinginkan bahkan berwujud menjadi pocong.
Biasanya jin yang menyerupai sosok pocong ini, cara dia muncul juga berbeda. Bisa di atas pohon, di balik dinding atau pohon dengan separuh badannya. Ciri-cirinya juga berbeda. Matanya cenderung menyala bewarna merah atau biru. Jika anda bertemu dengan sosok seperti ini maka cepatlah anda bersetubuh dengan bumi atau baringkan badan anda di atas tanah dengan posisi telungkup. Kemudian bacalah “AsyhaduAllah Illahaillahu wa AsyaduAllah muhammadarusullah”( aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah) selanjutnya bacalah ayat qursi. Jangan berdiri ataupun lari, karena jin ini bisa merasuki raga kita atau bisa kita sebut dengan istilah kesurupan.
3. Perzinaan 
Salah satu hal yang tabu, namun banyak dilakukan masyarakat yaitu ketika ada warga yang dibunuh dengan cara tidak wajar, atau di kemudian diperlakukan tidak senonoh. Biasanya si mayat yang dikebumikan tersebut, tali pocongnya tidak dilepas. Hal tersebut dilakukan agar si arwah tersebut mengejar/ menakut-nakuti si pelaku permbunuhan terhadap si korban. Namun, anggota keluarga yang melakukan hal tersebut harus menerima konsekuensinya. Menurut para ahli spiritual, apabila orang awam dan tidak mengerti tentang dunia gaib, maka dilarang untuk mencoba hal tersebut.
4. Dukun 
Masyarakt juga percaya bahwa hantu pocong yang bergentayangan, bisa jadi merupakan ulah dari seorang dukun untuk menakut-nakuti orang yang dituju. Bahkan menurut masyarakat, hatu pocong yang berjenis seperti ini bisa membunuh orang yang menjadi korbannya. Selain itu, hantu pocong juga bisa digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan ilmu hitam dari pelakunya.
Ciri-cirinya biasanya sosok pocong yang digunakan dukun masih terlihat utuh atau di wajahnya masih terdapat kapas, di matanya, hidungnya, terkecuali mulutnya. Jika anda sering kali bertemu dengan sosok seperti ini di rumah anda itu tandanya ada orang yang syirik kepada anda. Yang perlu anda lakukan adalah taburkan garam di sekitar rumah anda, kemudian selalu bacalah surat Yassin setiap habis shalat maghrib, shalat isya, dan tengah malam.
Kalau bisa bacalah surat Yassin secara berjamaah atau orang banyak. Lakukanlah secara berturut-turut selama 7 hari lamanya. Sosok pocong yang seperti inilah yang patut anda waspadai, karena dia bisa meludahi anda dan yang terjadi setelah tubuh anda diludahi maka tubuh anda bisa melepuh atau hangus.
Nah Sobat, itu tadi cerita tentang sejarah pocong yang cukup membuat Anda tidak berani ke toilet sendirian. Kuatkan iman dan selalu berlindung kepada Allah SWT, Insyaallah akan jauh dari segala ganguan setan dan jin termasuk pocong.
Referensi:
https://www.facebook.com/KumpulanSemuaCerita/posts/321318411329248

http://malang-online.com/2013/09/28/asal-usul-pocong/
Sejarah Berdiri Partai Demokrat

Sejarah Berdiri Partai Demokrat

Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untuk memikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi Pemimpin Bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RI untuk masa mendatang. Hasilnya adalah beberapa orang diantaranya saudara Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, dan bahwa agar cita-cita tersebut bisa terlaksana, jalan satu-satunya adalah mendirikan partai politik. Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya tehnis administrasi dirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh saudara Vence Rumangkang. Juga terdapat diskusi-diskusi tentang perlunya berdiri sebuah partai untuk mempromosikan SBY menjadi Presiden, antara lain : Pada tanggal 12 Agustus 2001 pukul 17.00 diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara marathon setiap hari. Tim itu terdiri dari : (1). Vence Rumangkang, (2). Drs. A. Yani Wahid (Alm), (3). Achmad Kurnia, (4). Adhiyaksa Dault, SH, (5).Baharuddin Tonti, (6). Shirato Syafei. Di lingkungan kantor Menkopolkampun diadakan diskusi-diskusi untuk pendirian sebuah partai bagi kendaraan politik SBY dipimpin oleh Drs. A. Yani Wachid (Almarhum). Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian dari Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, saudara Vence Rumangkang menyatakan bahwa rencana pendirian partai akan tetap dilaksanakan dan hasilnya akan dilaporkan kepada SBY.
Selanjutnya pada tanggal 20 Agustus 2001, saudara Vence Rumangkang yang dibantu oleh saudara Drs. Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisasikan pembentukan sebuah partai politik. Pada akhimya, terbentuklah Tim 9 yang beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang bertugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian sebuah partai politik yakni: (1) Vence Rumangkang; (2) Dr. Ahmad Mubarok, MA.; (3) Drs. A. Yani Wachid (almarhum); (4) Prof. Dr. Subur Budhisantoso; (5) Prof. Dr. Irzan Tanjung; (6) RMH. Heroe Syswanto Ns.; (7) Prof. Dr. RF. Saragjh, SH., MH.; (8) Prof. Dardji Darmodihardjo; (9) Prof. Dr. Ir. Rizald Max Rompas; dan (10) Prof. Dr. T Rusli Ramli, MS. Disamping nama-nama tersebut, ada juga beberapa orang yang sekali atau dua kali ikut berdiskusi. Diskusi Finalisasi konsep partai dipimpin oleh Bapak SBY.
Untuk menjadi sebuah Partai yang disahkan oleh Undang- Undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 (limapuluh) orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar jangan hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 (sembilanpuluh sembilan) orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9. Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan dihadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian Partai Demokrat. 53 (lima puluh tiga) orang selebihnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada saudara Vence Rumangkang. Kepengurusanpun disusun dan disepakati bahwa Kriteria Calon Ketua Umum adalah Putra Indonesia asli, kelahiran Jawa dan beragama Islam, sedangkan Calon Sekretaris Jenderal adalah dari luar pulau jawa dan beragama Kristen. Setelah diadakan penelitian, maka saudara Vence Rumangkang meminta saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh saudara Vence Rumangkang.
Pada malam harinya pukul 20.30, saudara Vence Rumangkang melaporkan segala sesuatu mengenai pembentukan Partai kepada SBY di kediaman beliau yang saat itu sedang merayakan hari ulang tahun ke 52 selaku koordinator penggagas, pencetus dan Pendiri Partai Demokrat. Dalam laporannya, saudara Vence melaporkan bahwa Partai Demokrat akan didaftarkan kepada Departemen Kehakiman dan HAM pada esok hari yakni pada tanggal 10 September 2001.

PENGESAHAN PARTAI DEMOKRAT

Pada tanggal 10 September 2001 jam 10.00 WIB Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI oleh saudara Vence Rumangkang, saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso, saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung, saudara Drs. Sutan Bhatogana MBA, saudara Prof. Dr. Rusli Ramli dan saudara Prof. Dr. RF. Saragih, SH, MH dan diterima oleh Ka SUBDIT Pendaftaran Departemen Kehakiman dan HAM. Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh & HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia dan pada tanggal 9 Oktober 2001 Departemen Kehakiman dan HAM RI mengeluarkan Lembaran Berita Negara Nomor : 81 Tahun 2001 Tentang Pengesahan. Partai Demokrat dan Lambang Partai Demokrat. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Partai Demokrat dideklarasikan dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakemas) Pertama pada tanggal 18-19 Oktober 2002 di Hotel Indonesia yang dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia.

Sejalan dengan deklarasi berdirinya Partai Demokrat, sebagai perangkat organisasi dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sebagai langkah awal maka pada tahun 2001 diterbitkan AD/ART yang pertama sebagai peraturan sementara organisasi. Pada tahun. 2003 diadakan koreksi dan revisi sekaligus didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI sebagai Persyaratan berdirinya Partai Demokrat. Sejak pendaftaran tersebut, AD/ART Partai Demokrat sudah bersifat tetap dan mengikat hingga ada perubahan oleh forum Kongres ini.
Mengungkap Misteri Hantu Lawang Sewu di Semarang

Mengungkap Misteri Hantu Lawang Sewu di Semarang

Sobat.. hal-hal yang berbau mistis memang sangat mengerikan untuk diceritakan. Namun selalu ada keseruan tersendiri waktu kita membahas hal-hal yang berbau mistis ini. Walaupun keberadaannya tidak telihat oleh mata, namun keberadaannya dapat dirasakan. Kali ini kita akan membahas tentang salah satu tempat di Indonesia yang sudah terkenal dengan kemistikkannya, yakni
Lawang Sewu.

Tempat ini adalah bangunan bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1863 oleh pemerintahan kolonial Belanda. Lawang mempunyai arti pintu, dan Lawang Sewu berarti Seribu Pintu. Arsitek bangunan ini bernama Prof Klinkkaner dan Quendagg. Pada tanggal 27 Agustus 1913, Lawang Sewu ditempati oleh para tentara Belanda, hanya saja tidak berlangsung lama.
Pasalnya, Belanda menyerah terhadap Jepang dan penguasaan gedung berlalih ke tangan pemerintahan Jepang, baik secara administratif maupun secara perekonomian selama 3,5 tahun. Setelah itu, bangsa Indonesia melakukan perlawanan dengan melakukan perang bersenjata melawan tentara Jepang di kawasan Tugu Muda yang dikenal dengan sebutan 5 Jam di Semarang.
Barulah pada tahun 1950, gedung tua tersebut ditempati oleh TNI-AD dibawah pimpinan Panglima Gatot Subroto. Gedung ini terakhir ditempati oleh jawatan PT Kereta Api Jawa Tengah. Fungsi gedung juga sempat dijadikan sebagai kantor wilayah Departemen Perhubungan Jateng. Lawang Sewu benar-benar kosong mulai tahun 1996 hingga saat ini.
Masyarakat memberikan julukan tersebut karena bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak. Selain pintu, bangunan ini juga memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Lawang Sewu berada di Kota Semarang Jawa Tengah dan ternyata memiliki cerita misteri yang sangat menyeramkan. Kesan mistik akan langsung terasa ketika melewati kawasan tersebut. Banyak cerita-cerita honor yang sudah banyak dialami masyarakat sekitar, berupa penampakan-penampakan seperti hantu pocong, kuntilanak serta berbagai cerita hantu lawang sewu lainnya yang menyeramkan.
Wujud bangunannya kokoh, artistik, dan bergaya Eropa. Siapa saja tentu akan percaya kalau bangunan bersejarah itu dihuni oleh segerombolan makhluk halus. Pasalnya, selain bangunan tua, LawangSewu juga dibiarkan kosong dan tak berpenghuni.
Keadaan ini tentu saja membuat sawab sekitar mudah dimasuki oleh lelembut maupun makhluk gaib dari alam maya. Sayangnya, pemerintah setempat sekarang kurang peka terhadap keberadaan gedung tua ini. Bangunan ini kini terkesan kumuh dan kotor, bahkan kalau malam sama sekali tidak ada penerangan di dalam gedung. Kalau malam hari tidak ada orang yang berani lewat di depat gedung. Terlebih jika harus sampai berani masuk ke halaman Lawang Sewu.
Hanya Soeranto, sang juru kunci yang sudah bertahun- tahun tinggal di pelataran gedung Lawang Sewu. Bapak berusia 50 tahun ini mengaku sudah tidak terhitung lagi mengalami kejadian- kejadian aneh jika malam hari. Aneka rupa dan bentuk makhluk gaib menunggu gedung sudah pernah dia pergoki. Namun karena pengabdian Soeranto untuk menjaga gedung, dia tidak pernah gentar menghadapi lelembut penghuni setempat.
 “Macam-macam wujud jelmaan penunggu sini (Lawang Sewu, red) pernah saya temui. Mulai wujudnya yang seram, begis, sampai yang lucu- lucu,” aku Soeranto. Sampai-sampai mengenai prilaku para lelembut setempat Soeranto sangat hafal betul. Termasuk ketika akan memunculkan bentuk aslinya, ada tanda-tanda khusus yang lebih dulu disampaikan para lelembut.
“Biasanya ada yang diawali dengan hembusan angin agak kencang, semilir, sampai ada yang mengeluarkan bau-bauan. Ada yang bau wangi, bau menyan, bahkan ada yang mengeluarkan bau agak busuk,” katanya.
Kemunculan makhluk halus ditengarai adalah arwah tentara Belanda dan Jepang itu masing-masing punya daerah kekuasaan sendiri-sendiri. Seperti di pintu depan paling barat, menurut Soeranto disitu diperkirakan dikuasai oleh sosok hantu tentara Belanda. Setiap kali muncul lelembut yang dicurigai sebagai arwah orang Belanda ini selalu mengenakan pakaian seragam serdadu lengkap dengan senapan laras panjang. Ada yang berada di pintu belakang paling timur. Termasuk menempati beberapa pintu kamar, dan ruang di lantai dua.
Lain lagi di salah satu ruang paling depan yang ditengarai dulunya menjadi pos penjagaan tentara, di sekitar tempat itu dikuasai oleh sosok lelembut yang berwujud serdadu Jepang. Khusus makhluk gaib yang satu ini, menurut Soeranto terlihat bengis dan kejam. Kumisnya panjang melintang dengan ke mana-mana selalu membawa sebilah samurai panjang.
Meski berbeda wilayah kekuasaan, tidak pernah ada kejadian keributan atau semacam pertanda adanya ontran-ontran di alam gaib antar penunggu Lawang Sewu itu. Semua selalu tenang, dan kemunculannya pun selalu pada tempat yang sama. Tidak berebutan. Mungkin saja karena sosok-sosok itu sering kali muncul dan bertemu dengan Soeranto, hingga kesannya sangat akrab.
“Cuma kalau berdialog langsung dengan mereka belum pernah. Di samping saya sendiri tidak mengerti bahasa mereka,” aku Soeranto. Paling mendebarkan menurut Soeranto, tiap malam Jumat Kliwon arwah-arwah setempat sering kali menampakkan wujud aslinya. Mereka bergentayangan, bermunculan, hingga membuat suasana malam seperti ramai orang-orang bercengkerama. Cuma paling menakutkan lagi, adalah jeritan-jeritan suara perempuan dari dalam gedung.
Diperkirakan jeritan itu berasal dari jerit nonik-nonik Belanda. Bahkan, setiap muncul jeritan pasti disusul suara derap sepatu lars tentara Belanda dan Jepang. Sepertinya arwah mereka kompak, namun suara jeritan itu diperkirakan jeritan noni Belanda yang ketakutan ketika melihat aksi pembantaian Jepang terhadap tentara Belanda. Konon, banyak tentara Belanda yang tewas disembelih tentara Jepang. Sehingga suara jeritan itu kadang disusul jeritan tentara Belanda yang kesakitan. Sementara jika mendongakkan kepala ke atas gedung, nampak ada sebuah tondon air yang dulunya difungsikan untuk menyimpan air bersih. Sedangkan di sekitarnya, tepatnya di depan halaman gedung ada sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci rapat-rapat. Bentuk sumur tersebut temboknya meninggi dari dasar tanah dan diberi atap genting warna merah. Di situlah paling sering terdengar tangisan nonik-nonik Belanda dan Jepang. Namun, dari sekian banyaknya mahkluk halus yang menjaga gedung lawang sewu tersebut, menurut beberapa paranormal asal Semarang tidak akan mengganggu masyarakat apabila nekad masuk ke dalam gedung. “Dulu ada paranormal yang menerawang penghuni sini. Katanya, jumlah mereka sekitar 50 makhluk halus,” tambah Soeranto.
Sementara itu, menurut kabar yang tersebar pada pekembangan nantinya gedung yang memiliki luas sekitar 0,50 hektar ini akan dijadikan hotel berbintang lima. Kabar yang santer terdengar, anak mantan presiden Soeharto, Bambang Triatmojo pernah berambisi membeli gedung milik negara ini untuk disulap menjadi hotel berbintang. Hanya saja, belum sampai impiannya terlaksana, keburu Soeharto lengser dan keinginannya itu pun sirna. “Semenjak itu, sampai sekarang belum ada yang menawar lagi.
Bangunan ini dibiarkan kosong dan terlantar. “Kami tidak tahu mau dijadikan apa bangunan megah ini,” ujar Soeranto.

Nah Sobat, Itulah sekelumit kisah Misteri Hantu Lawang Sewu di Semarang. Kita tidak pernah tahu kebenaran cerita-cerita mistis tentang Lawang Sewu sampai kita kesana langsung. Namun yang jelas, setidaknya cerita ini menambah pengetahuan kita bahwa ada kehidupan lain di luar dunia manusia.